emosi, hati, heart, kehidupan, perasaan
In Authors, Bahasa Indonesia, Columns, Juliet, Language, Oxygen on August 7, 2009 at 9:25 am
Seorang teman pernah berceletuk mengapa Hati digambarkan dgn warna MERAH,
Hai..Hai.. Temanku, .. “Hati digambarkan dgn warna merah karena disesuaikan dengan warna darah barangkali”,begitulah ujarku iseng… %$%$&^%*&^%#??!!

Kebetulan saat itu kami sedang duduk di tepi kolam yang warnanya BIRU. Temanku itu tiba-tiba saja berceloteh setelah aku katakan bahwa seharian aku sangat lelah dan ingin menyeburkan diri kekolam biru ini. Benar, semua kelelahan hari ini langsung mereda ketika aku berada di dalam kebiruannya. Sambil berbincang ringan kami kembali menatap birunya air.
Bagiku, hati adalah penggerak langkah. Walaupun kontribusi otak dalam hal ini juga ada.
dream, power, sign, suffocation
In Authors, Columns, English, Kodok, Language, Oxygen on August 5, 2009 at 9:20 am
I saw red!
The sign says: anybody caught trespassing will be shot on sight. The sign says: please keep out of children’s reach, it may cause suffocation. The sign says: Deadly poisonous when swallowed. The sign says: please don’t try this at home, it is very dangerous. The sign says: beware of the fog. The sign says: stay away from the…. SNAKES
To the power that gives me the sign, Thank You.
I just realized it this morning when I suddenly woke up to the warm kisses of morning sunshine. I had a dream. A dream of something yet to be found the meaning of.

boredom, destiny, hidup, kebosanan, life, routine, rutinitas, tujuan
In Authors, Bahasa Indonesia, Columns, Kodok, Language, Oxygen on August 3, 2009 at 8:41 am
Apa jadinya hidup kalo kita tidak punya pegangan yah? Apa jadinya hidup tanpa tujuan? Mungkin kita tidak akan berbeda dengan orang gila yang berjalan tanpa arah di sisi jalan itu. Berkeliaran hampir telanjang bulat memapasi wajah-wajah miris setengah tertawa setengah jijik memandangnya. Atau sudah begitukah kita sekarang?

Aku menghayalkan diriku sebagai seorang lupa ingatan tadi malam. Berkeliling kota Banda Aceh bertelanjang dada menyusuri setapak demi setapak trotoar sempit di tepi jalan. Tak tahu mau ke mana. Namun tak ingin pergi kemana. Yang aku tahu, fikiranku melayang kesana kemari, menari nari, mengolok setiap kesadaran yang aku coba bangunkan.